Teaser Tuesday : Rock Chick Revolution

1422544_girl_with_bookTeaser Tuesday is weekly meme hosted by MizB of Should Be Reading. Just Grab your current read, pick a random page, and share 2 sentences.

My Teaser :

“This is important to me,” I whispered.

“And it’s important to me to be with the woman I love, the woman with
whom I intend to have a family, and do that without the possibility of her
getting riddled with bullets or comin’ back from getting ice cream with the
kids and finding our home has been leveled.”

(pg.169)

 

15752757 The teaser is from Rock Chick Revolution, 8th installment of Rock Chick series written by Kristen Ashley.

As few peoples knew that I was/is/always be addicted to the amazing Kristen Ashley, this is the second time I  re-read this book after it published on August 13th 2013.

Being the last book in the series I was bit (liar, more than a bit actually) sad when I read this book. Definitely crying. It was like saying goodbye to our beloved friends.

Well, just let me share that the Heroine, Ally Nightingale, and the hero, Ren Zano. were not the standard contemporary romance where the badass is the hero. In this awesome story, Ally was the badass of the good side – daughter and sister of a cop, and Ren was a businessman who handle the legitimate side of his Shady Business Big Family (just call it simply MAFIA).

Read it , Enjoy it, Love it, and ROCK ON!!!!

 

 

 

Advertisements

Nora Roberts Reading Challange : Holding The Dream

114188Judul : Holding The Dream (Dream Trilogy, #2)
Pengarang : Nora Roberts
Format : Mass Market Paperback
Genre : Contemporary Romance
Bahasa : Inggris

 

Review :

Akhirnya setelah hiatus dari reading challange Nora Roberts/J.D Robb milik Ren, hari ini aku hatam baca satu bukunya Tante Nora.

First,buku ini ke-dua kalinya aku baca . Pertama baca waktu jaman SMA dulu edisi bahasa Indonesia, dan berhubung lupa my first impression of this book, kecuali bahwa aku suka banget sama trilogy dream ini.

Pilih buku ini gara pas mau beresin lemari si buku ini ktinggalan masuk, dan berhubung merasa bersalah sudah dianaktirikan ya sudah aku baca saja.

Ini seri ke-2 dari Dream Trilogy. Menceritakan tentang Katherine, perempuan yang obsesif terhadap karir dan kesuksesan. Me-map-ing segala detail masa depannya. No emotion. She only trust the fact, the number, the order.

Si Kate ini sebenernya yatim piatu, waktu umurnya 8 tahun ortunya meninggal, kemudian diadopsi sama kerabatnya yaitu keluarga Templeton. Dari kecil hobinya belajar, tidak ada kata gagal dalam kamusnya. She’s taken life seriously. Too seriously.

Cerita dimulai ketika Kate sudah hampir mencapai target hidupnya (catet bukan mimpi, tapi target), menjadi bagian dalam firma akuntan terkenal dan prestigius. Dan tiba-tiba dia dikejutkan bahwa ayahnya adalah seorang pencuri. Dan dia mencuri uang dari Hotal millik keluarga Templeton. Tapi Templeton ini baik banget, Susan dan Thomas bahkan menebus uang yang dicuri itu, dan tetap menyambut Kate bak anak-nya sendiri.

Singkat cerita si Kate ini dituduh mencuri uang klien sama firma tempat dia bekerja. History repeated again. Malu, syok, stress, intinya dunia dia runtuh.

Romance-nya mana nih? Hadirlah sang Hero kita, Bryon de Witt. Manajer di hotel Templeton. Perfecto lah orangnya. Nah awalnya mereka ini tidak saling menyukai.

Inti cerita sih tentang opposite attraction, dan  bagaimana si Bryon meluluhkan dan menebus dinding Kate, si wanita dengan logika.

Oke, so my rambling thought abou this one are :

  1. I want to smack the heroine head, wracking her brain and shouting at her. Ada cowo sempurna, idaman tiap hawa, ganteng, pintar, kaya, charming, gentleman, baik hati, pekerja keras, pokoknya mah TOP, eh si Kate malah bersikap seakan-akan hidupnya yang tertata rapih diporakporanda. Ngeluh lagi kalau dia ga suka di-handle sama cowo. Diperhatiin ketus, dibilang cinta panik, bicara pernikahan ngamuk ga karuan. Stress tuh cewe.
  2. Kalo aku jadi si Bryon, ditinggal aja deh si Kate, let her sit in her sorry as*
  3. Mana epilogue-nya Tante Nora…. kaga ada epi-nya sama sekali, ga nendang deh.
  4. After all the heroine defect(s), kudos for Aunt Nora writing skill. Smooth. Deskripsi yang pas, cukup untuk menghadirkan imaji bagi para pembaca tanpa terlalu terpaku pada detail yang tak perlu. Karakterisasi yang kuat dan well just awesome.

Well this is my rambling thoughts. Maaf karena ngaco reviewnya. Bahasa campur-campur. Buku dalam bahasa inggris, review dalam indonesia campur2.

*Next to the third installment*